Bandarlampung , Manakala News — Polemik internal di tubuh Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) kembali mencuat setelah beredarnya pernyataan Herwan Basir atau Erwan di sejumlah media pada 25 November 2025. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW PEKAT IB Provinsi Lampung, Novianti, SH.CM., menegaskan bahwa apa yang disampaikan Erwan tidak sesuai fakta dan telah menyesatkan publik.
Menurut Novianti, mekanisme pemberhentian Erwan sebagai Ketua PEKAT IB DPD Pesawaran telah dilakukan berdasarkan ketentuan organisasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa seluruh proses sudah merujuk pada Anggaran Rumah Tangga (ART) BAB IV Pasal 5 serta Pasal 6 ayat (1)–(2) poin C dan D.
“Semua prosedur dilakukan dengan benar dan sesuai aturan. Tidak ada yang bertentangan dengan AD/ART,” tegasnya.
Novianti menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga pelanggaran mendasar yang menjadi dasar pembekuan dan pemberhentian tidak hormat terhadap Erwan:
1. Tidak patuh dan tidak loyal terhadap instruksi DPP maupun DPW.
2. Membuat kegaduhan internal organisasi pada Februari 2024, yang berujung pada laporan resmi ke POLDA Lampung dengan nomor STTLO/b/II/2024/SPKT/POLDA Lampung. Pada Maret 2024, Erwan disebut telah meminta perdamaian kepada DPP.
3. Tidak pernah melakukan koordinasi dengan DPW PEKAT IB Lampung dalam setiap kegiatan yang mengatasnamakan organisasi.
“Fakta-fakta ini jelas dan terdokumentasi. Jadi tudingan bahwa pemberhentiannya tidak sah adalah tidak benar sama sekali,” kata Novianti.
Terkait penunjukan Dr. (C) Nurul Hidaya, SH.MH. sebagai Ketua DPD PEKAT IB Pesawaran yang baru, Novianti menegaskan bahwa proses tersebut telah sesuai dengan ketentuan organisasi. Ia merujuk pada Anggaran Dasar BAB II Pasal 5 dan 6 serta BAB IV Pasal 10 sebagai dasar hukum pengangkatan.
“Penunjukan saudara Nurul Hidaya sudah melalui mekanisme yang sah. Semua tertuang jelas dalam AD/ART,” ujarnya
Lebih jauh, Novianti membantah keras isu bahwa telah terjadi dualisme kepemimpinan di tubuh PEKAT IB, baik di tingkat DPP, DPW, maupun DPD.
“Tidak ada dualisme di PEKAT IB. Ini organisasi yang tertib, bukan ormas premanisme,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa DPW PEKAT IB Lampung saat ini terus berupaya membangun citra baru organisasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PEKAT IB adalah rumah bagi orang-orang intelektual, taat hukum, dan bermartabat. Paradigma lama sedang kami ubah secara serius,” tutupnya. (Pram)











