Home / BreakingNews / Pangdam XXI/Radin Inten Tekankan Pentingnya Dialog untuk Atasi Konflik Gajah dan Manusia di TNWK

Pangdam XXI/Radin Inten Tekankan Pentingnya Dialog untuk Atasi Konflik Gajah dan Manusia di TNWK

Pangdam XXI/Radin Inten : Tegaskan Dengan Berdialog Diharapkan Dapat Menghasilkan Langkah Langkah Yang Strategis, Terkait Penanganan Konflik Antara Gajah dan Manusia.

Bandar Lampung – Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han), sabtu (24/01/2026) menghadiri dialog gerakan bersatu dengan alam yang bertemakan : “Gerakan Bersatu Dengan Alam” kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kecamatan Labuhan Ratu Lama Kabupaten Lampung Timur. Dialog yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari Konflik Gajah dengan Warga yang di lanjutkan dengan tuntutan warga pada aksi unjuk rasa di balai TNWK.

Dikesempatan tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han), dalam sambutannya menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan perhatian khusus terhadap kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), khususnya terkait penanganan konflik antara gajah dan manusia dengan membangun pembatas tunggal antara kawasan hutan TNWK dan permukiman masyarakat, serta penambahan tenaga pengamanan TNWK dengan melibatkan kontribusi masyarakat desa penyangga.

“Penanganan konflik tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat, sekitar 34 persen dari total 125.000 hektare luas TNWK telah mengalami kerusakan. Oleh karena itu, dialog ini diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis yang mencakup jangka pendek, menengah, dan panjang,”tuturnya.

Sementara itu Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., juga menyampaikan bahwa konflik gajah dan manusia menjadi perhatian khusus Presiden RI Prabowo Subianto karena telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNWK, dan menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.

“Saya yakin masyarakat Lampung mampu hidup berdampingan dengan alam, menjaga keberlangsungan gajah sekaligus keselamatan manusia. Dialog ini diharapkan dapat melahirkan solusi konkret dari seluruh pihak yang hadir. Terdapat sekitar 800.000 jiwa yang hidup berbatasan langsung dengan kawasan TNWK dan perlu mendapatkan perlindungan, selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan konservasi terhadap 34 persen kawasan TNWK yang telah rusak, “tegas Gubernur.

Tampak dihadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Pangdam XXI/RI, Bupati Lamtim, Kabinda Lampung, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Lampung, Para Asisten Kasdam XXI/RI, para Kasi Kasrem 043/Gatam, Kepala Balai TNWK, unsur Forkompinda Kabupaten, para camat dan Kades jajaran Pemkab Lampung Timur dan sejumlah tokoh masyarkat yang mewakili masing masing desa.

(MMF)

Tinggalkan Balasan