Beranda / Lampung / Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung Desak Pembangunan Jembatan Darurat Pasca Kecelakaan di Tanggamus

Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung Desak Pembangunan Jembatan Darurat Pasca Kecelakaan di Tanggamus

BANDAR LAMPUNG (manakalanews.com) – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, meminta pemerintah segera bergerak cepat menyiapkan solusi jangka pendek berupa jembatan darurat menyusul kecelakaan minibus yang terjun ke sungai dari jembatan gantung di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin (9/2) sekitar pukul 18.00 WIB.

Insiden tersebut melibatkan satu unit minibus yang mengangkut 18 penumpang. Dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis, namun tidak ada korban jiwa. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan badan kendaraan berada di sungai, sementara kondisi jembatan gantung tampak miring dan tidak stabil. Warga sekitar secara spontan bergotong royong mengevakuasi penumpang dan sopir dari dalam kendaraan.

Yusnadi menilai respons cepat masyarakat patut diapresiasi. Namun, menurutnya, kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa infrastruktur jembatan gantung di sejumlah wilayah Lampung sudah tidak memadai untuk menahan beban kendaraan bermotor.

“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Sambil menunggu pembangunan permanen, pemerintah perlu segera menyiapkan jembatan darurat agar aktivitas warga tetap berjalan aman,” ujar Yusnadi.

Ia menjelaskan, skema pembangunan jembatan sementara telah diterapkan di beberapa daerah dan terbukti efektif menjaga konektivitas masyarakat. Langkah tersebut dinilai realistis, terutama untuk wilayah dengan keterbatasan anggaran namun memiliki mobilitas warga yang cukup tinggi.

Selain solusi jangka pendek, Yusnadi juga mendorong pemerintah daerah melakukan pemetaan ulang terhadap seluruh jembatan gantung di Provinsi Lampung, khususnya yang menjadi akses utama masyarakat. Pemeriksaan rutin, penguatan konstruksi, serta penetapan batas tonase kendaraan dinilai penting guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kita baru bergerak setelah ada kejadian,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

-----------------------------------------------------------------------