Lampung Selatan, MANAKALANEWS.COM – Perumda Air Minum Tirta Jasa Lampung Selatan meraih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 4, disertai penghargaan TOP Pembina untuk Bupati Radityo Egi Pratama dan TOP CEO bagi Direktur Julianto. Namun, capaian itu berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.
Warga Perumahan Permata Asri, Karang Anyar, masih menghadapi krisis air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun. Dari lebih 2.500 kepala keluarga, banyak yang hanya menikmati aliran air dua hari sekali dengan debit minim, bahkan kerap tidak mengalir sama sekali.
Akibatnya, warga terpaksa membeli air tangki seharga Rp60 ribu yang hanya cukup untuk dua hari. Sebagian bahkan memilih memutus sambungan PDAM karena layanan dinilai tidak layak.
Padahal, sejak 2024 warga telah menyampaikan aspirasi dan mengusulkan solusi teknis, termasuk kerja sama pasokan air. Sayangnya, hingga April 2026 belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah, meski sempat ada janji peninjauan langsung dari Bupati.
Kondisi ini memunculkan ironi: penghargaan nasional diraih, namun pelayanan dasar belum dirasakan masyarakat. Warga kini menunggu bukti nyata bahwa prestasi bukan sekadar simbol, melainkan sejalan dengan kualitas layanan di lapangan. (Red)






















