Lampung Selatan, MANAKALANEWS.COM – Krisis air bersih yang telah bertahun-tahun dialami warga Perumahan Permata Asri, Karang Anyar, Lampung Selatan, akhirnya mendapat respons dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.
Bupati menyatakan akan mengkaji persoalan tersebut dan mengupayakan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi riil di lapangan. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, di Mapolda Lampung.
Respons ini menjadi harapan bagi lebih dari 2.500 kepala keluarga yang selama ini hidup dengan akses air terbatas. Sebagian warga hanya mendapat aliran dua hari sekali, bahkan ada yang tidak mengalir sama sekali, sementara tagihan tetap berjalan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air tangki hingga Rp60 ribu, yang hanya cukup untuk dua hari. Kondisi ini dinilai membebani ekonomi rumah tangga.
Sebelumnya, pemerintah desa bersama perwakilan warga telah mengajukan permohonan bantuan penyediaan air bersih ke pemerintah daerah, didukung anggota DPRD Lampung Selatan. PDAM Way Rilau bahkan menyatakan siap menyuplai air karena memiliki surplus debit, namun terkendala distribusi teknis yang memerlukan intervensi pemerintah daerah.
Kini, komitmen Bupati untuk turun langsung dinilai sebagai titik awal penyelesaian. Warga berharap langkah konkret segera dilakukan, mengingat air bersih adalah kebutuhan dasar yang tak bisa ditunda.






















