LAMSEL, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan Danantara untuk mengembangkan sektor pariwisata berkelanjutan serta meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah.
Langkah ini dilakukan menyusul tingginya angka kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan yang belum sebanding dengan dampaknya terhadap perekonomian lokal. Sepanjang tahun 2025, kunjungan wisatawan tercatat mencapai lebih dari 1,6 juta orang, namun kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah masih berada di kisaran 1,27 % — angka yang tergolong rendah dibanding potensi yang dimiliki.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan hal itu dalam sebuah rapat lanjutan dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, yang digelar di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat pada Rabu (25/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Egi didampingi Sekretaris Daerah Lampung Selatan Supriyanto serta para kepala perangkat daerah terkait.
Menurut Egi, Lampung Selatan memiliki potensi wisata besar yang belum dimaksimalkan secara optimal. Letaknya yang strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra dan kedekatannya dengan Jakarta menjadi modal besar untuk mengembangkan wilayah ini menjadi destinasi unggulan dalam peta pariwisata nasional.
“Lampung Selatan ini seperti hidden paradise. Alamnya indah, posisinya strategis, dan punya ikon dunia seperti Gunung Anak Krakatau. Tantangannya adalah bagaimana kita mengelola dan mengintegrasikan potensi itu agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Egi dalam pertemuan tersebut.
Kolaborasi dengan Danantara — yang merupakan BUMN sektor pariwisata — dinilai sebagai langkah konkret untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata terintegrasi. Kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan investasi, transfer pengetahuan, dan perencanaan terpadu guna mengoptimalkan potensi wisata daerah secara berkelanjutan.
COO Danantara, Dony Oskaria, menilai Lampung Selatan memiliki sejumlah destinasi potensial yang sebagian berada pada ruang lingkup aset BUMN, sehingga percepatan pengembangan kawasan wisata terintegrasi dapat mendorong peningkatan daya saing daerah.
“Kami melihat Lampung Selatan dekat sekali dengan Jakarta, ditambah akses tol sudah memadai. Potensinya luar biasa dan harus dioptimalkan,” ujar Dony, menekankan pentingnya percepatan pengembangan kawasan wisata terintegrasi untuk memaksimalkan peluang ekonomi dari sektor ini.
Kolaborasi ini tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay) di daerah, mendorong belanja wisatawan, serta menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, Pemkab Lampung Selatan telah menyiapkan beberapa langkah pendukung, antara lain:
-
Penyusunan blueprint pengembangan wilayah berbasis potensi pariwisata,
-
Penguatan city branding melalui slogan “South Lampung Spirit of Krakatoa”,
-
Digitalisasi pelayanan publik melalui platform HALLO LAMSEL dan Mal Pelayanan Publik,
-
Pengembangan aplikasi virtual tour,
-
Kemudahan perizinan,
-
Pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata, serta
-
Kolaborasi pentahelix antarlembaga.
Dengan konektivitas yang terus membaik dan posisi strategis sebagai Beranda Sumatra, Lampung Selatan diproyeksikan bertransformasi dari daerah transit menjadi destinasi wisata berbasis kawasan terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.






















